Postingan

Kasih dari Halus

Kasih dari Halus Story Paisy Semua orang tahu bahwa dunia ini tidak hanya satu. Ada banyak makhluk di dunia bumi ini yakni manusia, hewan, dan tumbuhan. Semua dari mereka memiliki jiwa raga masing-masing. Lantas bagaimana dengan dunia selain dunia itu? Apakah ada makhluk yang hanya memiliki jiwa saja? Apa mereka hidup dengan benar tanpa adanya raga nyata? Apa makhluk pemilik jiwa hidup berdampingan dengan makhluk pemilik jiwa raga? Di kisah ini, kamu akan tahu semuanya.  Mari berkenalan dengan gadis pemilik jiwa raga yang bisa memakai keduanya sesuka hati. Semoga kamu tidak merasakan apa yang sang gadis rasakan. Sungguh itu sangat menegangkan, menakutkan, menyeramkan, menyerang mental dan pikiran jika tidak kamu tahan. Maka, berhati-hatilah. ~~~ Siang bolong karena matahari bundar menyinari dataran bumi. Serangkaian udara halus menyerbu daun-daun pohon bertunas hijau di depan rumah, itu milik tetangga. Menyejukkan pikiran jikalau gadis itu keluar bermain bersama saudara sedarahnya,...

Perempuan Berseragam Biru

Perempuan Berseragam Biru Story Paisy Jumat 7 Maret 11.20  Hosh, hosh, hosh! Duh katanya mau nyamperin Pak Jujur, malah pulang…  Aku berjalan cepat keluar gebrang sekolah, mencari-cari temanku, Sinta. Kedua netraku melihat ke sana-kemari, tak terlalu ramai karena sudah banyak yang pulang.  Masa jajan, sih?! Gak mungkin. Kan, puasa! Hampir aku berjalan lebih jauh, tapi sekilas aku lihat perempuan lebih tinggi dari seusianya sedang duduk bersama temannya di kursi panjang sebelah warung. Aku dengan cepat menghampirinya.  “Sinta!! Latihan or tidak?” tanyaku dengan nafas memburu, sedikit lebih tenang. Dia merespon terkejut sekali! Hampir melompat.  Sinta manggut-manggut sambil menatap hpnya, sedang diberi pengarahan hello talk oleh temannya, Pia. “Oh, iya. Sebentar, aku lagi chat orang Cina di Hello Talk.” Aku mengangguk pelan, sedikit memperhatikan aplikasi itu. Memang sudah populer yang hampir sama dengan Telegram, Kakaotalk, Yeetalk, dan masih banyak lagi. Selesai...

Kamu Siapa?

Kamu Siapa? Story Paisy Bagian Satu Kamis 13 Februari 06.35 Awal pagi yang sedikit buruk, tetapi tidak terlalu. Sedikit merasakan sesak di rongga dada, kesal, dan amarah—ku bergejolak. Namun keinginan memendam adalah kenyataan yang pahit. Ibu mengantarku ke sekolah dengan kuda mesin putih—cantik karena ia telah dibersihkan. Namun aku lihat sepanjang jalan, kuda-kuda itu saling beradu siapa yang paling cepat.  Aku mengangkat sedikit kepala, melihat langit. Dia sama sepertiku, menahan. Menahan tangisannya bersama awan kalbu, bersama masalah yang kelam. Masalah yang aku pendam beberapa hari lalu kini terkenang jelas di mataku. Sungguh tersiksa, namun apa daya? Aku hanya perlu membiarkannya dan memendam lalu mereka akan pergi dibawa oleh sang waktu. Saat kuangkat kakiku melangkah menuju gerbang, tik—tik—tik . Awan sudah menangis? sungguh cengeng. Satu persatu air matanya mengenai rambut gelombangku, membuatnya sedikit bergerak. Aku mempercepat langkahku, melewati plafon di atas lapang...

Lentera 1939

 Riak Air Menjadi Saksi Story Paisy Bagian Satu Langit cerah menandakan bahagia katanya, tapi tidak untuk seorang gadis berkepang dua yang mengendarai kuda. Di sekelilingnya, rumah-rumah warga telah banyak dilewati, bahkan ia sudah sampai di hutan. Pohon demi pohon dilalui sangat cepat, jadi terlihat bak lukisan abstrak. Kini jantung berdetak kencang, memacu kuda berlari terus menerus. Tidak sedang mengejar, tapi sedang dikejar. Entah memakai kuda siapa? Yang terpenting saat ini adalah tentang pelarian seorang gadis dari sang jendral penjajah. Napas tak beraturan, benturan angin memecah ketakutan, membentuk keberanian. Kain tapihnya robek, namun benang-benang masih bertaut, sama seperti mereka. Ya, sekencang apa pun gadis itu memacu kudanya, tetap saja derap kaki kuda sang jendral yang paling menggetarkan tanah. "Hei, tolong lebih cepat…” ucap getir gadis itu pada kudanya, ia memegang teguh tali kuda dengan berusaha keras untuk tenang. Sementara di belakangnya, sang jenderal menga...