Kamu Siapa?
Kamu Siapa? Story Paisy Bagian Satu Kamis 13 Februari 06.35 Awal pagi yang sedikit buruk, tetapi tidak terlalu. Sedikit merasakan sesak di rongga dada, kesal, dan amarah—ku bergejolak. Namun keinginan memendam adalah kenyataan yang pahit. Ibu mengantarku ke sekolah dengan kuda mesin putih—cantik karena ia telah dibersihkan. Namun aku lihat sepanjang jalan, kuda-kuda itu saling beradu siapa yang paling cepat. Aku mengangkat sedikit kepala, melihat langit. Dia sama sepertiku, menahan. Menahan tangisannya bersama awan kalbu, bersama masalah yang kelam. Masalah yang aku pendam beberapa hari lalu kini terkenang jelas di mataku. Sungguh tersiksa, namun apa daya? Aku hanya perlu membiarkannya dan memendam lalu mereka akan pergi dibawa oleh sang waktu. Saat kuangkat kakiku melangkah menuju gerbang, tik—tik—tik . Awan sudah menangis? sungguh cengeng. Satu persatu air matanya mengenai rambut gelombangku, membuatnya sedikit bergerak. Aku mempercepat langkahku, melewati plafon di atas lapang...